1. Model Evolusi
Model evolusi adalah sebuah model yang berulang-ulang. Model ini
memiliki karakteristik yang memungkinkan para programmer mengembangkan
perangkat lunaknya menjadi semakin lengkap di tiap versinya. Model ini
diterapkan karena persyaratan (requierement) sering berubah
sehingga hasil akhir dari sebuah produk tidak akan realistis, dimana
edisi komplit dari produk tersebut mustahil dikeluarkan dikarenakan deadline market yang
begitu ketat. Oleh karena itu lebih baik mengeluarkan versi limited
untuk memperkenalkannya terlebih dahulu dan programmer dapat membuat
model dari sebuah design untuk mengakomodasikan produk, yang secara
bertahap akan diselesaikan dari waktu ke waktu.
Kelebihan Model Evolusi :
- Meningkatkan kemampuan memimpin dan mengatur sesuatu dengan pengembangan diri.
- Menciptakan suasana yang sadar akan kualitas suatu produk.
- Fungsi inti dari quality control dalam perusahaan besar pada tingkat lokakarya.
- Meningkatkan kebersamaan untuk mencapai suatu hasil dan semangat kerja karyawan.
- Meningkatkan kualitas dengan biaya efektif.
- Membebaskan manajemen.
- pekerja Shop Floor adalah lokasi terbaik untuk mengidentifikasi masalah.
Kekurangan Model Evolusi :
- Intensitas pekerjaan meningkat karena masalah akan lebih banyak dari pada yang diperkirakan.
- Manajemen perlu berkomitmen untuk sistem yang berkualitas, jika sebuah solusi dari sebuah masalah tidak dapat diterapkan maka itu bisa membuat frustasi para pekerja.
- Dapat memiliki efek negatif pada hubungan industrial.
- Dapat fokus pada masalah duniawi.
2. Model Rapid Application Development (RAD)
Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembanganperangkat lunak sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari). Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model sekuensial linier dimana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen.

- Kelebihan Model RAD :
- Lebih efektif dari Pengembangan Model waterfall/sequential linear dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung dari pelanggan.
- Cocok untuk proyek yang memerlukan waktu yang singkat.
- Model RAD mengikuti tahap pengembangan sistem seperti pada umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada sehingga pengembang tidak perlu membuatnya dari awal lagi sehingga waktu pengembangan menjadi lebih singkat dan efisien.
- Kekurangan Model RAD :
- Model RAD menuntut pengembangan dan pelanggan memiliki komitmen di dalam aktivitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, di dalam kerangka waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD akan gagal.
- Tidak semua aplikasi sesuai untuk RAD, bila system tidak dapat dimodulkan dengan teratur, pembangunan komponen penting pada RAD akan menjadi sangat bermasalah.
- RAD tidak cocok digunakan untuk sistem yang mempunyai resiko teknik yang tinggi.
- Membutuhkan Tenaga kerja yang banyak untuk menyelesaikan sebuah proyek dalam skala besar.
- Jika ada perubahan di tengah-tengah pengerjaan maka harus membuat kontrak baru antara pengembang dan pelanggan.
Bisa dikatakan model ini merupakan
perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya
mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall
proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang.
Dalam model V ini digambarkan hubungan antara tahap pengembangan software
dengan tahap pengujiannya.
Kelebihan v model :
- V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dantool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete.
- V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. Userdari V Model berpartisipasi dalam change control boardyang memproses semua change request terhadap V Model.
Kekurangan v model :
- V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.
- V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activitydalam V Model yang digambarkan terlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalamactivity tersebut dan apa yang tidak.
4. Agile Modeling
Agile Modeling merupakan filosofi tentang bagaimana membangun model dengan beberapa diantaranya dilakukan dengan format yang terperinci sedangkan model lain beberapa ada yang dilakukan secara samar dan minimalis. Agile Software Development juga melihat pentingnya komunikasi antara anggota tim, antara orang-orang teknis dan businessman, serta antara developer dan managernya. Ciri lain dari Agile Software Development adalah klien menjadi bagian dari tim pembangun software.
- Kelebihan dari Agile Modeling:
- Meningkatkan kepuasan kepada klien
- Pembangunan sistem dibuat lebih cepat
- Mengurangi resiko kegagalan implementasi software dari segi non-teknis
- Jika pada saat pembangunan system terjadi kegagalan,kerugian dari segi materi relative kecil.
- Kelemahan dari Agile Modeling:
5. Incremental Model
Incremental Model merupakan gabungan antara model linear sekuensial dan prototyping. Setiap linear sekuen menghasilkan produk yang deliveriables. Increment pertama merupakan produk inti yang mengandung persyaratan/kebutuhan dasar. Penambahan dilakukan pada increment-incremet berikutnya.
Keunggulan dari Incremental Model :
- Personil bekerja optimal
- Pihak konsumen dapat langsung menggunakan dahulu bagian-bagian yang telah selesai dibangun. Contohnya pemasukan data karyawan
- Mengurangi trauma karena perubahan sistem. Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya bagian per bagian
- Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen
- Cocok untuk proyek berukuran kecil (tidak lebih dari 200.000 baris coding)
- Mungkin terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan pengguna ke dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment
- Dapat menjadi build and Fix Model, karena kemampuannya untuk selalu mendapat perubahan selama proses rekayasa berlangsung.
https://www.programming.smktarunabhakti.net/blog/2016/06/23/pemodelan-perangkat-lunak/