Senin, 10 September 2018

 
Rekayasa perangkat lunak (RPL, atau dalam bahasa Inggris: Software Engineering atau SE) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas.

IEEE Computer Society mendefinisikan rekayasa perangkat lunak sebagai penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat lunak, serta studi atas pendekatan-pendekatan ini, yaitu penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.
rekayasa perangkat lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan menggunakan prinsip reakayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna.

Istilah software engineering, pertama kali digunakan pada akhir tahun 1950-an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, NATO menyelenggarakan konferensi tentang software engineering di Jerman dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1969. Meski penggunaan kata software engineering masukan konferensi tersebut menimbulkan debat tajam tentang aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak, banyak pihak yang menganggap konferensi tersebutlah yang menjadi awal tumbuhnya profesi rekayasa perangkat lunak
 
Sofware Engineering adalah orang yang mampu memilih alat bantu dalam perencanaan dan penerapan perangkat lunak, memiliki teknik menilai kualitas perangkat lunak yang dihasilkan, mampu mengkoordinasi, mengontrol dan mengatur pelaksanaan pekerjaan pembuatan perangkat lunak.

Ada Tahapan untuk seorang engineering yaitu:
  1. 1.      Metode
  • Metode yang digunakan untuk membuat atau mengembangkan perangkat lunak, mencakup :
  • Perencanaan proyek dan perkiraan.
  • Analisis keperluan sistim dan perangkat lunak.
  • Perancangan struktur data.
  • Arsitektur program.
  • Prosedur algoritma.
  • Coding.
  • Testing (Uji coba).
  • Pemeliharaan.
  1. 2.      Alat Bantu
Digunakan untuk mendukung pelaksanaaan pengembangan atau pembuatan perangkat lunak, berupa alat bantu manual dan alat bantu otomatis.
  1. 3.       Prosedur
Mendefinisikan urutan pengerjaan dari metoda dan alat yang digunakan dalam pemecahan atau pembuatan perangkat lunak.

TUJUAN
  •  Salah satu tujuan dari rekayasa perangkat lunak adalah menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Adapun tujuan rekayasa perangkat lunak (RPL) yaitu :
- Mengenal masalah yang berkaitan dengan pembangunan software.
- Memahami kebutuhan perlunya pendekatan yang terstruktur untuk membangun software.
- Mampu mengambil kesimpulan tentang definisi software engineering.

Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di katakan berhasil yaitu :
- Systemnya lengkap dan dapat di kembangkan lagi.
- Selesai pada waktu dan jadwal yang telah ditentukan.
- Tidak memakan anggaran yang meningkat.
- Dapat digunakan dengan mudah.

Ada beberapa rekayasa perangkat lunak (RPL) di katakan gagal yaitu sebagi berikut :
- Diakhiri karena kontrak.
- Systemnya lengkap, tetapi memakan anggaran yang meningkat.
- Systemnya lengkap, tetapi melewati jadwal atau waktu yang telah di tentukan.
- Systemnya lengkap, tetapi tidak efisien.
- Systemnya lengkap, tetapi tidak bisa di kembangkan.

Pentingnya kebutuhan rekayasa perangkat lunak
    * Pengumpulan kebutuhan (requirement gathering)  merupakan kegiatan bukanlah pekerjaan  yang mudah.
   * Berbagai studi menyimpulkan bahwa kesalahan (error) yang ditemukan pada fasa pencarian kebutuhan memberikan kontribusi sebesar 40 – 50 % terhadap adanya cacat (defect) pada produk perangkat lunak.
* Spesifikasi kebutuhan yang lemah, kurangnya masukan dari pengguna, dan kelemahan dalam mengelola kebutuhan pengguna merupakan beberapa alasan mengapa cacat produk tersebut terjadi.
* Menemukan kebutuhan yang tepat bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Seperti yang dinyatakan Steve McConnell, “The most difficult part of requirements gathering is not documenting what the users ‘want’; it is the effort of helping users figure out what they ‘need’ that can be successfully provided ….”. 


What makes software special :
- Difficult for the client to determine a full needs.
- Difficult for builders to truly understand client needs.
- Software is so easy to change.

- Difficult to test the software carefully and thoroughly.

Untuk merancang sebuah RPL atau SE kita membutuhkan sebuah pengalaman,pikiran,dan imajinasi.  - Kita harus memiliki pengalaman untuk merancang sebuah RPL atau SE  tidak sembarangan untuk membangun RPL yang baik.
- Tidak hanya pengalaman saja untuk merancang sebuah RPL atau SE kita juga harus memiliki pikiran apa yang ingin di buat apa di RPL tersebut.
- Dan kita juga harus mempunyai imajinasi untuk menggabungkan pengalaman dan pikiran kita, lalu kita bisa merancang sebuah RPL atau SE tersebut sesuai pengalaman, pikiran dan imajinasi.

Kata Kunci untuk RPL atau SE yaitu 3M : Merancang, Membangun, dan Merawat.



Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar